Dulu...
Ben
adalah seorang pria yang cuek, tidak begitu mementingkan apa pendapat orang
terhadap dirinya. Ia juga tidak terlalu memperhatikan lawan jenisnya, baginya
teman masih segalanya. Ben masih betah dengan statusnya yang masih sendiri, disaat
orang lain merasa malu untuk menjadi jomblo. Baginya, bila memang belum saatnya
memiliki pacar, kenapa harus dipaksakan?
Ben memiliki teman-teman yang asik, dan itu cukup untuk membuatnya tidak terlalu memikirkan untuk mencari pasangan. Sampai seorang temanya mengenalkannya pada Clara, wanita berparas cantik yang memiliki alis tebal, dan kulit yang putih mulus. Clara adalah tipe wanita yang ingin memiliki banyak teman, khususnya teman pria. Walaupun ia sudah memiliki seorang pacar, tapi tetap saja banyak teman pria yang ia dekati.
Perkenalan Ben dan Clara berlanjut, mereka saling bertukar pin bb dan nomer henpon. Ada keinginan lebih untuk saling mengenal satu sama lain, sepertinya mereka saling tertarik. Satu minggu mereka kenal, saling berbalas chat, dan telponan, akhirnya Ben pun memberanikan diri mengajak Clara untuk jalan bareng. Clara tidak menolak ajakan Ben, dengan satu syarat temen-temennya Clara juga harus diajak. Ben pun mengiyakan syarat yang diberikan Clara. Setelah mengenal Clara, Ben pun lebih banyak menghabiskan waktu bersama Clara dan temannya. Ben melupakan teman-temannya sendiri, ia sering menolak ajakan temannya demi bertemu dengan Clara. Clara sering memberi perhatian lebih pada Ben, seperti memberi sinyal kalau Clara memiliki sebuah perasaan pada Ben.
Sekarang...
4
bulan sudah Ben dan Clara saling kenal, banyak hal yang mereka lalui bersama,
banyak kisah yang mereka ceritakan berdua. Dan dalam waktu 4 bulan itu pula
Clara sudah 2 kali berganti pacar, dan ia selalu menceritakannya pada Ben. Kini
ia menjadi pendengar yang baik untuk setiap curhatan Clara. Saat ini Clara
sedang sendiri, setelah putus dari pacarnya, dan Ben pun mulai berandai-andai.
Dengan semua perhatian, perlakuan yang diberikan Clara pada Ben, wajar kalau
Ben memiliki fikiran untuk memacari Clara.
Tapi,
tanpa sebab dan alasan yang jelas, Clara mulai jarang memberi kabar pada Ben.
Ben mulai merasa aneh. Saat Ben mendapat kesempatan, dan keberanian, dan disaat Ben merasa yakin kalau Clara juga memiliki rasa yang sama dengannya, malah Claranya yang menghindar. Dan itu juga tanpa alasan..
Ben makin bingung, dia pun sering mengirimkan chat menanyakan kabar Clara, tapi tidak pernah ada balasan. Sangkin seringnya Ben mengirimkan chat, akhirnya Clara pun membalasnya sekali: “Maaf, aku gak bisa. Aku udah punya pacar”
Ben makin bingung, dia pun sering mengirimkan chat menanyakan kabar Clara, tapi tidak pernah ada balasan. Sangkin seringnya Ben mengirimkan chat, akhirnya Clara pun membalasnya sekali: “Maaf, aku gak bisa. Aku udah punya pacar”
Ben
makin merasa kalau Clara menjadi aneh. Kenapa tiba-tiba ngomong gitu?
Ben
membalas chat Clara: “Loh! Emang kenapa? Toh selama ini kita kenal kamu juga
udah punya pacar.”
Perlahan Ben merasa kalau Clara ingin menjauh, awalnya Ben memiliki 2 kontak bbmnya Clara, dan kini hanya tinggal satu, Clara yang menghapusnya. Karna Ben tidak ingin terus memendam perasaannya terhadap Clara, akhirnya ia pun menceritakannya pada Clara. Lewat chat bbm, Ben mencurahkan semua perasaannya. Sebenernya ia ingin mengatakannya langsung, tapi Clara selalu menghindar tiap Ben ingin menemuinya. Setelah memastikan kalau Clara membaca chatnya, Ben pun menghapus kontak Clara, dan membatalkan semua pertemanan di sosialmedia.
Menurutnya, kalau Clara ingin menjauh darinya, yaudah sama-sama menjauh aja.
Mungkin
belum saatnya untuk Ben memiliki pacar. Jadi, buat apa dipaksakan?
“Mungkin,
mencoba melupakan adalah cara kita untuk saling mengingat”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar